Langsung ke isi
NAMPI.id

Untuk Perusahaan

Cara Mewawancarai Kandidat: Panduan Interview Terstruktur

Tim Nampi · 18 September 2026 · 3 menit baca

Interview yang mengandalkan "feeling" membuat kandidat sulit dibandingkan dan rawan bias. Pelajari cara menyusun interview terstruktur: kompetensi, pertanyaan yang sama, rubrik penilaian, dan tugas kerja yang adil.

Banyak keputusan rekrutmen diambil dari kesan: "orangnya enak diajak ngobrol" atau "kok kurang meyakinkan, ya". Masalahnya, kesan sangat dipengaruhi hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan, seperti kesamaan latar belakang, cara berbicara, atau suasana hati pewawancara hari itu.

Interview terstruktur adalah cara sederhana untuk mengurangi masalah itu: setiap kandidat untuk posisi yang sama mendapat pertanyaan yang sama dan dinilai dengan ukuran yang sama. Hasilnya lebih adil bagi kandidat dan lebih mudah dibandingkan bagi tim.

Langkah 1: Tentukan 4–6 kompetensi yang dicari

Mulai dari lowongan. Apa saja kemampuan yang paling menentukan keberhasilan di posisi ini? Contoh untuk posisi Customer Success: komunikasi tertulis, empati terhadap pelanggan, pemecahan masalah, ketelitian, dan kemampuan memprioritaskan.

Setiap pertanyaan interview nantinya harus terhubung ke salah satu kompetensi ini. Pertanyaan yang tidak menilai apa pun sebaiknya dibuang.

Langkah 2: Susun pertanyaan yang sama untuk semua kandidat

Ada dua jenis pertanyaan yang paling berguna:

Siapkan juga pertanyaan lanjutan seperti "Apa yang kamu lakukan secara pribadi?" atau "Kalau bisa mengulang, apa yang akan kamu ubah?" untuk menggali lebih dalam.

Langkah 3: Buat rubrik penilaian

Untuk setiap kompetensi, tuliskan seperti apa jawaban yang lemah, cukup, dan kuat, sebelum interview dimulai. Contoh untuk kompetensi pemecahan masalah:

Contoh rubrik penilaian 1 sampai 4 Rubrik untuk kompetensi pemecahan masalah. Skor 1 lemah: jawaban umum tanpa contoh. Skor 2 cukup: ada contoh tapi langkah atau hasil kabur. Skor 3 baik: contoh nyata, langkah jelas, hasil terjelaskan. Skor 4 sangat baik: seperti 3 ditambah pelajaran yang diterapkan lagi. RUBRIK · PEMECAHAN MASALAH 1 · Lemah Jawaban umum, tanpa contoh nyata. 2 · Cukup Ada contoh, tapi langkah atau hasilnya kabur. 3 · Baik Contoh nyata, langkah jelas, hasil terjelaskan. 4 · Sangat baik Seperti 3, plus pelajaran yang diterapkan lagi. Tulis rubrik sebelum interview · nilai sendiri-sendiri dulu
Contoh rubrik untuk satu kompetensi. Tulis rubrik seperti ini untuk setiap kompetensi sebelum interview.

Langkah 4: Catat, nilai sendiri, baru berdiskusi

Coba langsung dengan lembar penilaian ini. Ganti nama kompetensinya sesuai lowonganmu:

Alat interaktif

Lembar penilaian interview

Ganti nama kompetensi dan kandidat, lalu beri skor 1–4 berdasarkan rubrikmu. Rata-rata terhitung otomatis, dan kandidat dengan rata-rata tertinggi ditandai.

Kompetensi
Rata-rata–––

Ringkasan

Data penilaian hanya tersimpan di browser ini dan tidak dikirim ke mana pun. Tetap nilai sendiri-sendiri sebelum berdiskusi dengan panel.

Tugas kerja: realistis dan menghargai waktu kandidat

Tugas singkat yang mirip pekerjaan sebenarnya sering lebih informatif daripada pertanyaan. Beberapa prinsipnya:

Pertanyaan yang sebaiknya dihindari

Hindari pertanyaan yang tidak berhubungan dengan kemampuan kerja dan bisa membuka ruang diskriminasi, misalnya soal status pernikahan, rencana punya anak, agama, suku, atau kondisi kesehatan yang tidak relevan dengan pekerjaan. Kalau ada kebutuhan yang sah, seperti kesediaan bekerja pada jam tertentu atau bepergian ke luar kota, tanyakan kebutuhan itu secara langsung kepada semua kandidat.

Sisakan waktu untuk kandidat

Interview berjalan dua arah. Sisakan 10–15 menit di akhir untuk pertanyaan kandidat, lalu jelaskan tahap berikutnya dan kapan mereka akan mendapat kabar. Kandidat yang merasa dihargai cenderung menerima tawaran dan bercerita baik tentang perusahaanmu, bahkan kalau akhirnya tidak terpilih.

Ringkasan

Apakah artikel ini membantu?

Artikel lainnya