Langsung ke isi
NAMPI.id

Untuk Perusahaan

Berhenti Ghosting Kandidat: Cara Memberi Kabar yang Baik, Lengkap dengan Template

Tim Nampi · 18 September 2026 · 3 menit baca

Kandidat yang dibiarkan tanpa kabar akan mengingatnya dan menceritakannya. Panduan memberi kabar di setiap tahap rekrutmen, lengkap dengan lima template pesan yang bisa langsung dipakai.

Dalam 90 percakapan riset kami dengan perekrut dan pencari kerja, satu keluhan muncul paling sering dari sisi kandidat: tidak ada kabar. Mereka mengirim lamaran, kadang sudah menjalani beberapa tahap interview, lalu tidak pernah mendengar apa-apa lagi.

Kebanyakan tim rekrutmen tidak berniat buruk. Mereka hanya kewalahan. Tapi bagi kandidat, diam terasa seperti tidak dihargai, dan pengalaman itu sering diceritakan ke orang lain.

Kenapa kabar penolakan tetap penting

Prinsip memberi kabar

Kabar di setiap tahap rekrutmen Linimasa lima tahap: lamaran masuk, seleksi berkas, interview, proses tertunda, dan keputusan. Di setiap tahap kandidat menerima kabar, dengan batas paling lama tujuh hari. 1 Lamaran masuk Lamaran diterima + kapan akan diberi kabar. 2 Seleksi berkas MAKS. 7 HARI Lanjut ke interview, atau kabar tidak berlanjut. 3 Interview MAKS. 7 HARI Hasilnya, dengan masukan singkat kalau bisa. 4 Proses molor? “Masih berjalan, kabar berikutnya tanggal …” 5 Keputusan Penawaran, atau simpan di talent pool.
Kabar di setiap tahap rekrutmen, paling lama tujuh hari. Nomor di tiap tahap sesuai dengan template di bawah.

Lima template yang bisa langsung dipakai

Alat interaktif

Isi sekali, semua template ikut

Ketik datanya di sini. Kelima template di bawah langsung terisi, tinggal disalin dengan tombol Salin di tiap template.

Isianmu hanya tersimpan di browser ini dan tidak dikirim ke mana pun.

1. Lamaran sudah diterima

Halo [Nama kandidat], Terima kasih sudah melamar posisi [Posisi] di [Perusahaan]. Lamaranmu sudah kami terima. Kami akan meninjau semua lamaran dan memberi kabar paling lambat [tanggal], baik kamu berlanjut ke tahap berikutnya maupun tidak. Salam, [Nama kamu] – Tim Rekrutmen [Perusahaan]

2. Tidak berlanjut di tahap seleksi berkas

Halo [Nama kandidat], Terima kasih atas minatmu pada posisi [Posisi]. Setelah meninjau lamaranmu, kami memutuskan untuk melanjutkan dengan kandidat yang pengalamannya lebih sesuai dengan kebutuhan posisi ini saat ini. Keputusan ini tidak mengurangi nilai pengalamanmu. Kami menyimpan datamu dan akan menghubungimu kalau ada posisi lain yang lebih cocok. Semoga sukses dalam pencarianmu. [Nama kamu] – Tim Rekrutmen [Perusahaan]

3. Tidak berlanjut setelah interview (dengan masukan)

Halo [Nama kandidat], Terima kasih atas waktumu untuk interview posisi [Posisi]. Kami senang mengenalmu, terutama saat kamu menceritakan [hal spesifik dari interview]. Setelah pertimbangan yang matang, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan prosesmu kali ini. Pertimbangan utama kami adalah [alasan singkat dan konkret, misalnya: pengalaman memimpin tim yang dibutuhkan posisi ini]. Kami berharap bisa bertemu lagi di kesempatan lain. Terima kasih sekali lagi. [Nama kamu]

4. Proses tertunda

Halo [Nama kandidat], Kami ingin memberi kabar bahwa proses rekrutmen untuk posisi [Posisi] membutuhkan waktu lebih lama dari rencana karena [alasan singkat, jika bisa dibagikan]. Kamu masih termasuk kandidat yang kami pertimbangkan. Kami akan memberi kabar selanjutnya paling lambat [tanggal]. Terima kasih atas kesabarannya. [Nama kamu]

5. Disimpan untuk posisi lain (talent pool)

Halo [Nama kandidat], Untuk posisi [Posisi] kali ini kami memilih kandidat lain. Namun kami terkesan dengan [kekuatan spesifik], dan ingin menyimpan profilmu untuk posisi serupa dalam [jangka waktu]. Kalau kamu setuju, kami akan menghubungimu lebih dulu saat posisi yang cocok dibuka. Balas email ini kalau kamu tidak ingin datamu disimpan. Salam, [Nama kamu]

Membuatnya konsisten

Niat baik saja tidak cukup kalau tidak ada sistemnya. Beberapa cara agar kabar tidak terlupa:

Di Nampi, aturan ini dibangun ke dalam sistemnya: kalau perekrut diam lebih dari tujuh hari, match ditutup otomatis dan kuota lamaran kandidat dikembalikan. Jadi tidak ada kandidat yang menunggu tanpa kepastian.

Apakah artikel ini membantu?

Artikel lainnya

Untuk Perusahaan

Cara Mewawancarai Kandidat: Panduan Interview Terstruktur

Interview yang mengandalkan "feeling" membuat kandidat sulit dibandingkan dan rawan bias. Pelajari cara menyusun interview terstruktur: kompetensi, pertanyaan yang sama, rubrik penilaian, dan tugas kerja yang adil.

3 menit baca